Kumpulan Catatan dan Cerita Anda

Rohani

Pengingat adzan

Haree genneehh gak inget waktu shalat..?!?!?! Please dong ah..! ūüôā

Download disini sofware pengingat waktu shalat untuk komputermu..

Iklan

My First Ramadhan

Pertama kali aku melakukan puasa dibulan Ramadhan adalah dua tahun lalu. ‚Äď kulakukan 6 bulan sebelum aku memeluk agama Islam. Aku sedang studi di sebuah universiatas di London, tepatnya pada semester terakhir .

Tentu saja aku tidak bilang pada teman-teman  karena aku  khawatir mereka aku mengecap  aku gila. Ini betul betul sesuatu yang sangat pribadi dan pengalaman yang sangat khusus untuk pribadiku yang telah memberiku sebuah kekuatan, ketenangan dan kedamaian dalam hidupku

Puasa yang kedua betul-betul  berbeda,  kali ini betul betul sangat fenomenal dan  mengagumkan. Ramadhan tahun  ini aku menjadi bagian dari sebuah komunitas Muslim lokal, aku  membantu dan bekerja sama dengan Muslim lainnya yang datang dari berbagai latar  belakang dan negara. Walaupun Ramadhan kali ini membuatku sedikit kacau dan melelahkan, tapi dibalik itu  aku betul-betul menikmati karena aku dikelilingi oleh orang-orang yang juga memiliki pengalaman yang sama seperti aku.

Pada minggu pertama bulan Ramadhan aku tinggal bersama teman Muslim  yang betul-betul sangat  religius, namanya Zahida. Yaa…bangun ditengah malam untuk makan sahur bersama…, sungguh luar biasa indahnya. Hari-hari kami  menikmati  lagu-lagu Nasheed bersama dan mendengarkan Radio Ramadhan, diskusi tentang agama, lalu disiang hari kami masak bersama menyediakan berbagai macam makanan untuk berbuka puasa.

Subuh yang penuh daya magis.

Ada sesuatu yang sangat magis dibulan Ramadhan ini, saat kita bisa menyaksikan semburat jingga  horizon muncul menjelang subuh,  suasananya begitu  hening, tenang, dan damai .., lalu rasa damai itupun  menyelusup ke rongga dadaku hingga membuat diri ini begitu tranquil dan rasa damai menyelimut relung hatiku. Sungguh selama bulan Ramadhan ini kurasakan ada magis yang begitu kuat dan sepertinya keimanan kita menjadi lebih kuat dibanding hari hari biasa. Untukku … menjauhkan diri dari minum dan makan teramat kecil harganya, tak ada artinya  dibanding dengan rakhmat dan barokahnya bulan ini.

Ada lagi nilai tambah yang kudapat bahwa selama bulan Ramadhan pertama (yang resmi) aku sangat menyukai sikap kerja sama dan  rasa ukhuwah  antar komunitas Muslim. Aku selalu  diundang untuk berbuka puasa  oleh keluarga yang berbeda-beda dan dirumah yang berbeda pula disetiap akhir pekan. Rasa ukhuwah dan kepedulian yang begitu melimpah membuat aku dan kita begitu sangat, sangat bahagianya, cuma  repotnya aku terpaksa harus makan lebih di bulan Ramadhan ini dibanding hari hari biasa.

Kopi Conundum.

Problem yang aku ¬†miliki selama bulan Ramadhan adalah kopi conundum yang harus kuminum setiap saat sahur. Jika aku minum kopi pada waktu sahur maka aku tidak akan bisa tidur usai sholat subuh ‚Äď tapi bila aku tidak meminumnya ¬†maka aku ¬†akan menderita ‚Äė caffeine sindrom‚Äô hingga saatnya berbuka. Ini adalah suatu contoh bagaimana puasa melawan kelemahan dan nafsu kita dan berupaya ¬†untuk mengatasinya.¬† Hal ini telah membuat kita bersyukur betapa beruntungnya kita bisa makan dan minum cukup banyak disaat sahur untuk puasa kita di esok hari.

Hari Raya Eid

Hari Raya Eidulfitri jatuh tepat dimusim dingin yang indah dimana matahari bersinar dengan teriknya dan langit begitu biru dan bening. Aku masuk ke palataran masjid ‚ÄėCentral Mosque‚Äô London dengan senyum yang lebar diwajahku sambil ku-ucapkan ¬†‚ÄėSelamat Hari Raya‚Äô (Eid Mubarak‚Äô) kepada setiap orang yan kulewati baik yang kukenal atau pun tidak. Hiruk pikuk mobil dijalanan ¬†begitu riuhnya dan nampak sedikit kacau dan kerepotan mencari tempat parkir.

Usai sholat Eid ..siang itu aku diundang oleh temanku Fozia kerumahnya untuk merayakan hari Eidul Fitri yang aku fikir kacau dan teramat ramai. Kacau karena begitu besarnya keluarga Fozia. Aku tidak terbiasa berkumpul disuatu rumah dengan keluarga semassive itu. Semua datang dihari itu  bersama semua anak-anaknya serta sanak famili. Aku  berupaya keras untuk menyesuaikan diri dengan mereka dan aku berharap tidak mengganggu acara kekeluargaan mereka.

Alhamdulllah ¬†aku betul-betul beruntung bisa menikmati hari Raya bersama dengan keluarga Muslim hari itu. Karena aku berkulit putih dan muallaf (revert) ah.., aku malah mendapat perhatian banyak dari mereka. Kehangatan dan pengakuan mereka layaknya seperti anggota keluarga mereka yang begitu ikhlas, sangat kurasakan‚Ķ membuat aku begitu terharu.¬† Sungguh sangat kontradiksi ¬†dibanding ¬†tahun-tahun sebelumnya dimana aku tidak memiliki kenalan atau teman satupun.., dan aku tersenyum sendiri saat aku mengenang Hari Raya Eid pertama, aku cuma merayakan sendirian, aku tak tahu hendak berbuat apa dan mau kemana, lalu memutuskan untuk beli Pizza dan dibawa pulang‚Ķya kumakan sendiri, hehe…

Aku betul- betul menanti bulan Ramdhan ini.., dari pengalaman masa lalu, kini aku bisa mengira ngira dan berharap apa yang bakalan terjadi  dan tentunya aku berharap bisa lebih memperdalam pemahamanku tentang Islam dan meningkatkan keimananku dibulan Ramadhan ini yang aku anggap sangat  spesial dan lebih baik dibanding Ramadhan tahun tahun yang lalu, insya Allah.

Oleh Rebecca Johnson, di sebuah milist


BERPERANG dengan Malaysia, atau mempertahankan persaudaraan besar bernama RUMPUN MELAYU?

SEORANG Profesor Singapura menulis dalam sebuah artikelnya; Kebanyakan rumah mewah yang ada di Singapura, kebanyakan uang yang beredar di Singapura adalah punya orang Indonesia. Kebanyakan pembangunan yang ada di Singapura, dibangun dari uang yang datangnya dari Indonesia. Dan di saat Singapura mengadakan Grand Sale setiap tahunnya, lebih 2 juta orang Indonesia datang belanja ke sana..‚ÄĚ

Seorang sahabat di Singapura pernah mengatakan, ‚Äúdari jalan ini sampai ke ujung sana dulunya adalah lautan, dan sekarang menjadi daratan cantik yang ditimbun dengan pasir yang didatangkan dari pulau-pulau kecil di Riau‚ÄĚ.

Apa yang sebenarnya kita dapatkan dari Singapura?

Pertama;   TKI laki-laki dari Indonesia diharamkan bekerja dan mencari nafkah di Singapura seperti di bidang pembangunan, kuli kasar, buruh dan sebagainya. Singapura lebih memilih warga negara lain daripada WNI, dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal.

Kedua;   banyak orang mengatakan dan dari sumber lainnya, “Satu per satu pulau-pulau kecil di Riau hilang karena pasirnya diangkut ke Singapura.

Ketiga;   Identitas orang Melayu yang identik dengan Islam seperti istana, rumah, perkampungan orang Melayu, dihilangkan. Adat dan budaya melayu dimuseumkan. Azan diharamkan menggunakan pengeras suara di semua masjid dan surau di Singapura.

Keempat;   Pemerintah Singapura melayani dan melindungi koruptor RI yang telah membuat rakyat RI sengsara selama ini  (karena hak-hak rakyat untuk mendapatkan pendidikan, rumah sakit, infrastruktur, makan dan tempat tinggal yang baik terjajah dan terzalimi), dengan tidak mau menandatangani perjanjian ekstradisi.

Kelima;  Banyak rakyat, nelayan dan petugas kita diacungi senjata berat dan diusir dengan pengeras suara karena disangka telah melintasi garis batasan laut kepunyaan Singapura.

Malaysia Lebih Baik dari Singapura,

‚ÄúSejahat‚ÄĚ apapun Malaysia, saat ini ada 2 juta orang lebih WNI yang sedang mencari rezeki di Malaysia untuk nafkah keluarga mereka di RI. Triliyunan uang TKI dikirim ke Indonesia setiap tahunnya. Dapat dibayangkan, bagaimana dampak sosial, ekonomi dan budaya yang akan berlaku di Indonesia kalau TKI pulang sekaligus.

Faktanya, TKI-lah sebenarnya ‚Äúpahlawan‚ÄĚ yang harus dilindungi, karena mereka penyumbang devisa negara. Di saat lain, ada banyak institusi yang keberadaannya hanya menghambur-hamburkan uang negara. Kegunaan mereka sangat perlu dipertanyakan di saat keberadaan mereka tidak memberikan manfaat yang berarti kepada rakyat. Ibarat pepatah Arab, ‚ÄĚwujuduhu ka adamihi.‚ÄĚ (adanya seperti tidak adanya). Dengan kata lain, ada atau tidak adanya mereka, sama saja. Tak memberi manfaat.

Ribuan orang Indonesia sedang belajar S2 & S3 di Malaysia saat ini. Kebanyakannya mendapat bantuan atau keringanan biaya dari pemerintah Malaysia dan banyak juga yang sambil bekerja. Uang kuliah di perguruan
tinggi negeri Malaysia lebih murah dari Indonesia. Kualitas, infrastruktur dan kemudahan lainnya jauh lebih baik dari di Indonesia tentunya.

Sebagai warga asli Indonesia, penulis tidak merasa sakit hati kalau ditilang oleh polisi Malaysia. Karena kami yakin, uang itu pasti akan masuk ke dalam kas negara untuk pemerintah Malaysia memperbaiki jalan, jembatan, lampu jalan yang aku gunakan setiap hari di negara ini.

Sebaliknya, saya sering sakit hati jika ditilang oleh polisi Indonesia. Karena kami yakin, uang itu belum tentu masuk kas negara. Bahkan ada yang masuk pribadi polisi, keluarga dan golongannya tanpa dikembalikan kepada ke negara untuk membangun infrastruktur.

Lalu yang sangat mengherankan, isu-isu yang sebenarnya bisa diselesaikan di tingkat diplomat, tetapi menjadi barang dagangan pasar yang dikonsumsi oleh rakyat umum. Boleh jadi isu ini sepertinya dimanfaatkan oleh  segelintir orang yang memang memiliki agenda, bagaimana supaya Islam,
Melayu dan Nusantara yang kaya dengan SDM & SDA ini, tidak menjadi sebuah kekuatan. Mengapa rakyat di negaraku begitu mudah emosi?

Pengalihan Isu,

Isu-isu penangkapan Abubakar Ba‚Äėasyir, isu VCD porno artis, isu teroris, dan sebagainya, faktanya tidak berhasil mengalihkan perhatian rakyat terhadap berbagai skandal perampokan uang rakyat melalui kasus BLBI, Century, Rekening Gendut Polisi, kenaikan BBM dan harga bahan pokok, penangkapan Susno Duadji, buruknya birokrasi dan pelayanan publik, maraknya korupsi, pelemahan KPK, gagalnya sebuah kepemimpinan, meningkatnya jumlah kemiskinan, pengangguran, perbuatan kriminal, buta huruf dan gagalnya hampir setiap departemen dan institusi pemerintahan, dalam memberikan manfaat keberadaan mereka yang berarti kepada rakyat.

Isu ‚Äúmemanasnya” hubungan Indonesia-Malaysia tidak akan membuat rakyat lupa terhadap semua penipuan, pembodohan dan ‚Äúperampokan‚ÄĚ uang rakyat yang telah, sedang dan akan berlaku.

Damaikanlah Saudaramu….

Pakar Melayu Prof. Dr. Dato‚Äô Nik Anuar Nik Mahmud dari¬† Institut Alam dan Tamadun Melayu, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dalam sebuah wawancara khusus dengan hidayatullah.com [‚ÄúAda Kuasa Besar Halangi Terbentuknya Melayu Raya], mengatakan, dalam buku-buku sejarah Melayu yang ditulis sebelum perang dunia ke-2, seperti ‚ÄúSejarah Melayu‚ÄĚ yang ditulis oleh Abdul Hadi dan Munir Adil, wilayah Semenanjung dan Indonesia dianggap sebagai alam ‚ÄúMelayu Raya‚ÄĚ. Mereka menamakan tanah Melayu; Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Johor, Kelantan, Pattani, dan lainnya sebagai ‚Äúalam Melayu‚ÄĚ, atau di Indonesia dikenal istilah Nusantara. Yaitu wilayah Semenanjung tanah Melayu dan gugusan tanah Melayu.

Sejarah ini diajarkan kepada pelajar-pelajar Melayu sebelum Perang Dunia ke-2. Saat itu, ada semangat untuk memulai kembali bersatunya Melayu. Intinya, ada hasrat untuk bersatu.

Kalau mau jujur, semua suku di Indonesia ada di Malaysia: Jawa, Bugis, Aceh, Minang. Kini banyak orang Jawa di Johor, juga di Selangor. Termasuk banyak warga Aceh di Malaysia. Negeri sembilan sebagian penduduknya dari Minangkabau. Bahkan Sultan Selangor itu berasal dari Bugis.

Jadi seharusnya, semangat kita (Indonesia dan Malaysia) adalah semangat ‚Äúsatu rumpun‚Ä̬† untuk bekerjasama untuk bangunkan alam Melayu ini. Hanya saja, jika berpecah, mustahil, bangsa Melayu tumbuh menjadi bangsa yang besar.

Aksi ingin mengajak perang dengan Malaysia, pelemparan kotoran ke Kedutaan Malaysia, sweeping warga Malaysia pasti akan menyakitkan hati  dan membuat hubungan bukan makin mendekat, tapi malah menjauh.

Walaupun gerakan LSM Bendera tidak mewakili gerakan orang-orang cerdas di Indonesia, seperti Senat Mahasiswa, Muhammadiyah, ICMI, HMI, dll., namun warga Indonesia harus lebih peka dan mencari tahu, siapakah LSM ini? Ada apa di balik  agenda mereka?

Apakah mereka bergerak untuk kepentingan partai politik tertentu, ataukah untuk menaikkan partai dan pemimpin tertentu, ataukah mereka dibiayai oleh pihak asing untuk menghancurkan rumpun Melayu?

Di sisi lain, biasanya, isu-isu yang akan memungkinan pecahnya hubungan Malaysia-Indonesia jarang ditanggapi dan dibesar-besarkan media Malaysia. Namun akhir-akhir ini, khususnya pemberitaan ‚Äėketegangan‚Äô hubungan Indonesia-Malaysia,¬†¬† ditanggapi berbagai pihak. Termasuk pakar politik di berbagai media massa, seperti oleh Samy Vellu, Bernama dll.

Ada dua kemungkinan mengapa mereka menanggapinya. Pertama, untuk membangkitkan rasa nasionalisme rakyat menjelang hari kemerdekaan Malaysia yang jatuh pada setiap tanggal 31 Agustus. Kedua, mungkin juga dimanfaatkan oleh keturunan China dan India Malaysia yang memang kurang suka dengan hubungan baik Indonesia-Malaysia. Karena ini akan menguatkan kepentingan mereka dari segi politik, ekonomi, sosial, budaya dan pembangunan di Malaysia.

Apakah kita akhirnya memutuskan ‚Äúberperang‚ÄĚ dengan Malaysia? Apakah kita tetap ngotot mengajak perang dengan Negara yang di dalamnya banyak keturunan Melayu Riau, Palembang, Aceh, Bugis, Minang, Mandailing, Rao, Jambi, Kerinci, Jawa, karena kita seagama Islam dan satu rumpun melayu?

Di saat yang sama, sudah ratusan kali pasir kita dicuri, minyak kita diselundupkan,  tapi kenapa kita selama ini tidak membenci Singapura yang menguras minyak kita dengan Caltexnya? yang menguras  gas kita dengan Harunnya dan sebagainya, tanpa memberikan dampak yang berarti terhadap pembangunan, ekonomi dan sosial rakyat?

Apakah kita takut pada Singapura karena mereka memiliki peralatan perang yang sangat canggih dan jauh meninggalkan Indonesia? Ataukah kita sengaja dibuat takut, karena para pejabat kita banyak yang memiliki hubungan mesra dengan Singapura yang menyimpan uang mereka dalam bentuk saham dan investasi?.

Malaysia secara tidak resmi telah melarang rakyatnya datang ke Indonesia. Kalau ini berlanjut, pasti semua ini akan memberikan pengaruh terhadap perusahaan penerbangan, hotel, pariwisata, tempat berbelanja, investor
di Indonesia.

Kalau sengketa ini berlanjut di tingkat pemerintah, maka akan sama-sama kita dengar, tiga, lima bulan lagi. Malaysia akan membeli peralatan perang yang baru, Amerika pula akan menawarkan ‚Äújasanya‚ÄĚ pada TNI untuk memberikan pinjaman utang, untuk membeli peralatan perangnya yang katanya, harga sebuah kapal perang bekas saja, sama dengan harga sebuah pulau besar di Indonesia.

Namun sebelum itu terjadi, ada sebuah pesan dari al-Quran.

‚ÄúSesungguhnya orang beriman itu adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah semoga kamu mendapat rahmat.‚ÄĚ (QS: al-Hujurat ayat 10)

—¬† Sumber: Afriadi Sanusi; Penulis yang berasal dari Sumatera, PhD. Candidate Islamic Political Science, University of Malaya, Kuala Lumpur


Keistimewaan & Puasa Bulan Rajab

Pada hari Senin tanggal ¬†14 Juni 2010 kita memasuki bulan Rajab. Bulan Rajab adalah bulannya ¬†Allah. Mari kita simak ada apa di balik bulan Rajab ¬†itu. Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, ¬†“Ketahuilah bahwa bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka:

  1. Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan  ikhlas,  maka pasti  ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH  SWT;
  2. Barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab 1427/Isra Mi’raj ¬†( 10 Juli 2010 ) akan mendapat pahala seperti 5 tahun ¬†berpuasa;
  3. Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan di sisi ALLAH SWT;
  4. Barang siapa yang  berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3  Rajab ( 14 , 15, 16 Juni 2010 ) maka ALLAH akan memberikan pahala seperti  900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat;
  5. Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, insyaallah permintaannya akan dikabulkan;
  6. Barang siapa berpuasa  tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka  Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu syurga;
  7. Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam ¬†bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu ¬†dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang ¬†siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH akan menambahkan ¬†pahalanya.”

Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam Mi’raj, ¬†saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih ¬†sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya ¬†bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?” Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk ¬†orang yang membaca salawat untuk engkau dibulan Rajab ¬†ini”.

Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita : “Ketika kami ¬†berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur, lalu Rasulullah ¬†berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya kepada beliau:”Ya ¬†Rasulullah mengapakah engkau menangis?” Lalu beliau bersabda ¬†:”Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur nya, dan saya ¬†berdoa kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa ¬† atas ¬†mereka”.

Sabda beliau lagi: “Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya ¬†mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di ¬†bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam ¬†kubur.”

Tsauban bertanya: “Ya Rasulullah,apakah hanya berpuasa ¬†satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat ¬†mengelakkan dari siksa kubur?”

Sabda beliau: “Wahai Tsauban, demi ¬†ALLAH Zat yang telah mengutus saya sebagai nabi, tiada seorang muslim ¬†lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan sholat ¬†malam sekali dalam bulan ¬†Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali ¬†ALLAH mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan ¬†sholat malam satu tahun.”

Sabda beliau lagi: “Sesungguhnya Rajab ¬†adalah bulan ALLAH, Sya’ban Adalah bulan aku dan bulan Ramadhan ¬†adalah bulan umatku”. “Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar ¬†pada hari kiamat, kecuali para nabi,keluarga nabi dan orang orang ¬†yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan bulan ¬†Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan ¬†merasa lapar dan haus bagi mereka.”

Selamat beribadah..

sumber milis [sekolah-kehidupan]


Why do we read Quran, even if we can’t understand a single Arabic word?

Mengapa membaca al Qur’an ketika kita tak mengerti artinya?

Alkisah, hiduplah seorang muslim tua bersama seorang cucunya di sebuah pegunungan di bagian timur Kentucky, Amerika. Sang kakek biasa membaca Qur’an selepas sholat shubuh setiap hari. Sang cucu berusaha meniru setiap tingkah laku kakeknya.

Suatu hari, ia bertanya: ‚ÄúKek! Aku berusaha membaca Qur‚Äôan seperti dirimu tetapi aku tidak mengerti isinya. Jikapun ada sedikit yang kupahami, ia akan terlupakan setiap kali aku menutup kitab itu. Lalu, apa gunanya aku membacanya?‚ÄĚ

Dengan perlahan sang kakek membalikkan badan dan berhenti dari memasukkan batu bara ke dalam tungku pemasak. Ia menjawab: ‚ÄúAmbillah keranjang ini, bawalah ke sungai di bawah sana dan bawakan untukku sekeranjang air!‚ÄĚ

Sang cucu membawa keranjang kotor hitam penuh jelaga batu bara tersebut ke sungai dan mengambil air. Namun air itu telah habis menetes sebelum sampai ke rumah. Sang kakek tertawa dan meminta sang cucu agar mencobanya sekali lagi: ‚ÄúMungkin engkau harus lebih cepat membawa airnya kemari.‚ÄĚ

Sang cucu berusaha berlari, namun tetap saja air itu lebih cepat keluar dari keranjang sebelum sampai ke rumah. Dengan terengah-engah ia pun mengatakan kepada sang kakek bahwa tidak mungkin mengambil air dengan keranjang. Sebagai gantinya ia akan mengambil air dengan ember.

‚ÄúAku tidak perlu satu ember air, yang kuinginkan adalah sekeranjang air!‚ÄĚ jawab sang kakek. ‚ÄúKau saja yang kurang berusaha lebih keras,‚ÄĚ timpal sang kakek sambil menyuruhnya mengambil air sekali lagi. Sang kakek pun pergi ke luar rumah untuk melihat usaha sang cucu.

Kali ini sang cucu sangat yakin bahwa tidak mungkin membawa air menggunakan keranjang. Namun ia berusaha memperlihatkan kepada sang kakek bahwa secepat apapun ia berlari, air itu akan habis keluar dari keranjang sebelum ia sampai ke rumah. Kejadian yang sama berulang. Sang cucu sampai kepada kakeknya dengan keranjang kosong. ‚ÄúLihatlah Kek! Tidak ada gunanya membawa air dengan keranjang.‚ÄĚ katanya.

‚ÄúJadi, kau pikir tidak ada gunanya?‚ÄĚ, sang kakek balik bertanya. ‚ÄúLihatlah keranjang itu!‚ÄĚ pinta sang kakek.

Ketika sang cucu memperhatikan keranjang itu sadarlah ia bahwa kini keranjang hitam itu telah bersih dari jelaga, baik bagian luar maupun dalamnya, dan terlihat seperti keranjang baru.

‚ÄúCucuku, demikianlah yang terjadi ketika engkau membaca al Qur‚Äôan. Engkau mungkin tidak mengerti atau tidak bisa mengingat apa yang engkau baca darinya. Namun ketika engkau membacanya, engkau akan dibersihkan dan mengalami perubahan, luar maupun dalam. Itulah kekuasaan dan nikmat Allah kepada kita!‚ÄĚ

Subhanallah…

——————-

sumber alhabib


Air Mata Rasulallah..

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya.

Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam”, kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?”, tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?”, tanya Jibril lagi.

“Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: “Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah di tarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera  mendekatkan telinganya.

“Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“Ummatii,ummatii, mmatiii?” – “Umatku, umatku, umatku”
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

————————

Posting inbox oleh sdri. -Asri Dhean Prameswari- di D’WEUREUZ