Kumpulan Catatan dan Cerita Anda

Terbaru

Mommy marah sama Eric, ya?

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja.

Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya.

Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya  menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang.

Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu. Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah
berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.

Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric.

Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yang sebenarnya terjadi?”

“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu.” Aku  menceritakannya juga dengan terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.
Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya.

Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric… Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.

“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”

Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”

Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega,
saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”

Saya pun membaca tulisan di kertas itu…

“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”

Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan… katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”

Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.

“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya
ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”

Anak adalah anugrah terbesar yang pernah Tuhan berikan pada kita bagaimanapun keadaanya. Dia tidak pernah meminta untuk dilahirkan. Sesempurna apakah kita, hingga kita mengabaikannya saat dia muncul dengan segala ketidaksempurnaan?
Dekaplah dia, mungkin saat ini dia membutuhkan selimut hangat pelukanmu.

[Cristine Wili]

Iklan

Kenapa bukan saya?

Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru! Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Tiap hari aku berlari ke kotak pos.

Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabul. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama beberapa minggu berikut, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.

Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ? …Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.

Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah.Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi.
Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? … Kenapa bukan aku? … Bagian diriku yang mana yang kurang? … Mengapa aku diperlakukan kejam? …

Aku berpaling pada ayahku. Katanya, “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata-kata ayahku, “Semua terjadi karena suatu alasan.” Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :
1. Apabila Tuhan mengatakan YA; maka kita akan MENDAPATKAN APA YANG KITA MINTA.
2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK; maka kita akan mendapatkan yang LEBIH BAIK.
3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU; maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan kehendak-NYA.

Tuhan tidak pernah terlambat, DIA juga tidak tergesa-gesa namun DIA tepat waktu…
Selamat berkarya, dan jangan lupa berdoa senantiasa.

[Jimmy Ho]

Why do we read Quran, even if we can’t understand a single Arabic word?

Mengapa membaca al Qur’an ketika kita tak mengerti artinya?

Alkisah, hiduplah seorang muslim tua bersama seorang cucunya di sebuah pegunungan di bagian timur Kentucky, Amerika. Sang kakek biasa membaca Qur’an selepas sholat shubuh setiap hari. Sang cucu berusaha meniru setiap tingkah laku kakeknya.

Suatu hari, ia bertanya: “Kek! Aku berusaha membaca Qur’an seperti dirimu tetapi aku tidak mengerti isinya. Jikapun ada sedikit yang kupahami, ia akan terlupakan setiap kali aku menutup kitab itu. Lalu, apa gunanya aku membacanya?”

Dengan perlahan sang kakek membalikkan badan dan berhenti dari memasukkan batu bara ke dalam tungku pemasak. Ia menjawab: “Ambillah keranjang ini, bawalah ke sungai di bawah sana dan bawakan untukku sekeranjang air!”

Sang cucu membawa keranjang kotor hitam penuh jelaga batu bara tersebut ke sungai dan mengambil air. Namun air itu telah habis menetes sebelum sampai ke rumah. Sang kakek tertawa dan meminta sang cucu agar mencobanya sekali lagi: “Mungkin engkau harus lebih cepat membawa airnya kemari.”

Sang cucu berusaha berlari, namun tetap saja air itu lebih cepat keluar dari keranjang sebelum sampai ke rumah. Dengan terengah-engah ia pun mengatakan kepada sang kakek bahwa tidak mungkin mengambil air dengan keranjang. Sebagai gantinya ia akan mengambil air dengan ember.

“Aku tidak perlu satu ember air, yang kuinginkan adalah sekeranjang air!” jawab sang kakek. “Kau saja yang kurang berusaha lebih keras,” timpal sang kakek sambil menyuruhnya mengambil air sekali lagi. Sang kakek pun pergi ke luar rumah untuk melihat usaha sang cucu.

Kali ini sang cucu sangat yakin bahwa tidak mungkin membawa air menggunakan keranjang. Namun ia berusaha memperlihatkan kepada sang kakek bahwa secepat apapun ia berlari, air itu akan habis keluar dari keranjang sebelum ia sampai ke rumah. Kejadian yang sama berulang. Sang cucu sampai kepada kakeknya dengan keranjang kosong. “Lihatlah Kek! Tidak ada gunanya membawa air dengan keranjang.” katanya.

“Jadi, kau pikir tidak ada gunanya?”, sang kakek balik bertanya. “Lihatlah keranjang itu!” pinta sang kakek.

Ketika sang cucu memperhatikan keranjang itu sadarlah ia bahwa kini keranjang hitam itu telah bersih dari jelaga, baik bagian luar maupun dalamnya, dan terlihat seperti keranjang baru.

“Cucuku, demikianlah yang terjadi ketika engkau membaca al Qur’an. Engkau mungkin tidak mengerti atau tidak bisa mengingat apa yang engkau baca darinya. Namun ketika engkau membacanya, engkau akan dibersihkan dan mengalami perubahan, luar maupun dalam. Itulah kekuasaan dan nikmat Allah kepada kita!”

Subhanallah…

——————-

sumber alhabib

Bank Mandiri, Rp. 4.000 dan Video Porno

Hari itu aku dan istriku pergi ke Bank Mandiri terdekat. Bank Mandiri cabang Puri Sentra Niaga. Kami berencana menutup account tabungan dolar kami disana.

Seorang officer bank Mandiri bernama Laila Marlina –ini nama asli- melayani kami. Sejujurnya kami sudah agak lupa dengan wajah, begitu pula dengan namanya. Rupanya ia orang yang sama, ketika kami membuka rekening dolar beberapa bulan yang lalu. Tahu dari mana ? Ketika telah selesai melayani kami, Laila sembari tersenyum menyodorkan secarik dokumen bukti transfer (karena dana kami disana, langsung kami konversi ke account yang lain.) berserta empat lembar uang ribuan.

“Lho, ini apaan ?”, tanya Wida, istriku tidak mengerti, sambil memandang uang empat ribu rupiah itu.

“Ibu Wida, saya minta maaf”, jawab Laila kalem.

“Maksudnya ?”

“Ini uang kembalian Ibu. Dulu waktu buka rekening, Ibu khan bayar meterai, nah kembaliannya tertinggal”.

“Ah, masa iya..”, seru Wida terheran-heran. “Masih kalian simpan ?”

“Iya Bu, ini di laci”, jawab Laila tersenyum. “Kami sudah infokan ke setiap Officer, supaya memberikan ini kepada Ibu, jika Ibu kebetulan datang kesini”.

Luar biasa !

Beberapa bulan uang kembalian itu disana dan masih disana, hingga orang yang berhak datang, meskipun orang tersebut sudah lupa bahkan tidak mengetahui kejadian itu.

Siapapun tahu Pak Agus Martowardojo –mantan dirut yang telah merestrukturisasi Bank Mandiri- adalah orang hebat, cerdas, sakti mandraguna ! Tetapi justru perbuatan kecil dan sepele yang dilakukan oleh salah satu officer beliau inilah, yang membuat kami, nasabah Bank Mandiri merasa tersentuh hatinya. Dan merasa perlu untuk menulis sebuah artikel untuk mengapresiasi tindakan sepele, sederhana namun luar biasa yang dilakukan oleh Laila Marlina ini.

Apresiasi terhadap sebuah tindakan yang kelihatan kecil namun terpuji itu lebih dari perlu. Itulah pupuk bagi perilaku baik. Standard norma yang seharusnya tidak dapat ditawar-tawar oleh siapapun.

Sekarang tengoklah berita yang dipenuhi dengan beredarnya video porno, yang pelakunya mirip artis-artis beken itu. Kemudian perhatikan bagaimana masyarakat bereaksi. Bagaimana kaum muda-generasi penerus kita bereaksi. Apakah ini hal remeh yang hanya pantas ditanggapi dengan cekikikan, rasa ingin tahu, kemudian menjadi konsumsi oleh infotaiment belaka ?

Rasanya bangsa ini sedang meremehkan pengaruh bejat video-video mesum itu terhadap  standard moral bangsa dan agama. Sesuatu yang sama sekali tidak pantas untuk sekedar digosipin !

Seharusnya pihak berwajib mencari tahu semua itu dengan tuntas ! DPR pun seharusnya bereaksi keras, dan bukan hanya menghabiskan konsentrasi membahas dana aspirasi saja. Kejar pelaku dan pengedarnya, lalu tangkap dan hukum seberat-beratnya (tanpa tambahan menu : makelar kasus) !!

Apa yang mereka lakukan itu lebih jahat dari yang Dr. Azhari dan kroninya lakukan, walaupun kerusakannya tidak terlihat oleh mata. Lebih dari sekedar bom bunuh diri, pemain video porno itu bagai menyebar wabah penyakit yang tidak tampak tapi mematikan. Jika orang yang dicap teroris itu berjuang mati-matian untuk sesuatu ideologi yang ia pandang sebagai kebenaran, lalu bagaimana dengan pemain-pemain video porno itu ? Apa yang mereka perjuangkan ? Tidak ada !  Hanya iseng !!!

Bisa jadi jika pelakunya benar para artis  tersebut (sekali lagi, jika benar), maka seketika itu juga, siapapun yang ingin ngetop- artis atau bukan- akan meniru cara yang mereka lakukan : telanjang atau berhubungan intim dengan siapa saja yang mereka suka, lalu membuat gempar jagat internet sehingga mereka tambah terkenal, tetapi tetap memperoleh simpati karena dianggap korban.

Sebuah perbuatan yang sama sekali tidak sepele, tidak sederhana dan luar biasa bejat. Memamerkan gaya hidup maksiat yang jika dibiarkan akan menjadi trend dan merusak pemuda-pemudi, menodai norma-norma bangsa lalu membuat bangsa ini kualat, sial dan ikut-ikutan geblek dihadapan TUHAN.

Laila..Laila..ajari kami berbuat sesuatu yang kecil namun berarti (*)

——————-

sumber: Made Teddy Artiana, S. Kom

Anak ibu kantin

Ibu Ida adalah penjual di kantin sekolah. Setiap pagi suami dan ketiga anaknya membantunya untuk berjualan. Anak pertamanya kelas 5 SD bernama Titin, kemudian Popo kelas 4 SD dan Ayu kelas 2 SD. Dan suaminya seorang pegawai swasta dengan gaji kecil. Pukul 5.00 pagi seluruh keluarga sudah bangun termasuk anak bungsunya. Walau masih kelas 2 SD Ayu sudah bisa membuat adonan bakwan dan godok-godok.

Anak keduanya mempunyai tugas memotong kol, wortel dan buncis untuk adonan bakwan dan mie. Sedangkan anak sulungnya membersihkan rumah dan menyiapkan seragam untuk adik-adiknya dan baju kerja ayahnya.

Pukul 6.30 mereka mulai mengangkat barang dagangan ke kantin sekolah yang jaraknya sekitar 5 meter dari rumah mereka. Terkadang barang dagangan yang dibawa terlalu banyak sehingga gerobak buatan suaminya itu tidak muat dan harus dibawa dengan tangan. Tanpa komando ketiga anaknya mengambil tugas masing-masing. Si sulung membawa kuah sambal, yang kedua membersihkan dapur dan halaman dan si bungsu membawa sapu lidi.

Pukul 7.00 semuanya sudah beres. Mereka sarapan di kantin dan siap untuk berangkat ke sekolah. Tepat 7.30 bel sekolah berbunyi dan ketiganya pamit ke ayah dan ibu mereka dan berlari menuju kelas.

Saat jam istirahat ketiga anak Ibu Ida berlari menuju kantin, bukan untuk jajan tetapi membantu Ibu mereka, biasanya kantin Ibu Ida adalah kantin favorit dan sangat ramai pembeli.

Sepulang sekolah ketiga anaknya menyerahkan tas mereka untuk diperiksa. Ibu Ida selalu bertanya mengenai nilai, pekerjaan rumah dan segala hal yang terjadi di sekolah. Setelah itu mereka di suruh pulang untuk ganti baju dan sholat. Setelah selesai sholat si sulung menggantikan ibunya. Di rumah Ibu Ida sholat dan masak untuk makan siang. Pukul 3 sore ketiga anaknya makan siang dan Ibu Ida membawa bekal untuk makan siang anak sulungnya.

Pukul 4 sore dia dan anak sulungnya menutup kantin dan bersiap untuk tutup. Popo dan Ayu datang membantu. Tidak lama kemudian suaminya pulang, teh dan makanan kecil sudah disiapkan Popo.

Hari-hari berlangsung dengan kehidupan yang pas-pasan. Apa mereka bahagia?? Ya mereka bahagia…,
Orang Yang Bahagia Adalah Orang Yang Pandai Bersyukur…

Perjuangan Ibu Ida tidak sia-sia. Dengan mengajarkan hidup susah, anak-anaknya mendapatkan pelajaran terbaik dari orang tuanya. Setelah menamatkan kuliahnya si sulung bekerja di Perusahaan Asing, anak keduanya di departemen pendidikan, seorang PNS tanpa uang muka. Dan si bungsu bekerja di perusahaan Jepang. Ketiganya sukses…. Dan ketiganya mampu menaikkan haji kedua orangtuanya.

Impian terwujud,…. Dengan berprinsip bahwa Dunia Ini Berputar Maka Akan Ada Saatnya Kita Berada Di Bawah Dan Di Atas Selama Kaki Tidak Berhenti Melangkah. Jangan pernah merendahkan orang yang berada di bawah karena mereka memiliki kaki-kaki yang kuat.

Dikala mereka susah tidak seorangpun menganggap mereka saudara, tetapi setelah semua usaha menampakkan hasil semua orang menganggap mereka adalah saudara. Sebelumnya pada suatu hari ketika keluarga Ibu Ida berkunjung ke rumah Adik Iparnya, mereka hanya disuguhi air putih, tetapi sekarang walaupun harus membeli dulu, adik iparnya rela menyuguhkan mereka dengan jus jeruk dan makanan kecil. Dunia memang pilih kasih!!! Welcome to the real world…

Ibu Ida yang hanya seorang penjual kantin mampu menguliahkan Titin dan Popo, kok bisa?? Bila dihitung dengan kalkulator, penghasilan Ibu Ida hanya 50.000 per hari dengan pendapatan bersih 1.000.000 sebulan, ditambah penghasilan suaminya 865.000. Dengan penghasilan ini mereka harus membayar uang listrik, telepon, air, bensin, beras, minyak makan dan hal lain sebagainya, dengan total pengeluaran Rp.2.000.000. Dari mana uangnya??? Sampai sekarang Ibu Ida dan suaminya tidak sanggup menghitungnya…

Setiap Orang Memiliki Rezekinya Masing-Masing, Jangan Ragukan Rahmat
Allah Karena Allah Selalu Adil Pada Ummat-Nya.

Ayu tidak dikuliahkan karena Ibu Ida dan suaminya sangat paham bahwa Ayu tidak akan sanggup menerima pelajaran karena Ayu adalah tipe pembosan. Awalnya Ayu merasa dibedakan, tetapi dengan pengertian yang diberikan, Ayu memahami maksud orangtuanya dan segalanya tidak sia-sia, sekolah teknik membawanya menjadi mekanik terbaik di perusahaan tempatnya bekerja sekarang.

Kunci pemahaman antara orang tua dan anak adalah komunikasi. Bukan hanya kewajiban orang tua yang harus tahu keinginan anaknya, tetapi juga kewajiban anak untuk memberitahukan keinginannya kepada orang tuanya. Komunikasi itu penting!!!!
Beritahu orang tuamu keinginanmu dengan bahasa yang baik, kuncinya adalah komunikasi

——————–

by ra_kartini82

Wanita petugas kebersihan (Pemungut sampah)

Maha Besar Allah, dijadikan-Nya siang berganti dengan malam, semua itu menjadi bukti akan kebesaranNya. Supaya kita sebagai orang-orang yang diberi akal agar mampu berfikir dan meresapi, bahwa tiada Tuhan selain Eengkau. Sungguh tiada sia-sia ya Allah, apa-apa yang telah Engkau ciptakan. Dengan segala kuasa, bila telah terjadi maka terjadilah.

Suara azan subuh berkumadang silih berganti, dari satu mesjid kemesjid yang lain. Menanda sang Fajar telah mulai menampakkan keperkasaan sang surya dalam menyinari. Pertanda pula, bahwa hidup baru segera dimulai.

Berbicara waktu shubuh banyak sekali nasehat-nasehat bijak dari orang tua, yang diperdengarkan ketelinga kita. Instalasi makna-makna yang akan menjadi nilai-nilai kehidupan, untuk benar-benar menghargai waktu. ”Jangan sampai rezekimu dipatok oleh ayam”. Kalimah ini mungkin terucap, dari belahan sumatra hingga ujung timur indonesia. Pesan singkat agar segera bangkit dan menjemput, rezeki-rezeki yang telah Allah persiapkan, dari pintu yang tak diduga-duga.

Persis seperti shubuh jumaat ini, petuah diatas seakan benar-benar terasa dalam diri saya. Bekerja, berusaha, berikhtiar memantaskan diri memperoleh rezeki yang halal, penuh barakah, dengan cara-cara kemampuan kita masing-masing.

Setelah selesai dzikir seusai shalat shubuh berjamaah di Mesjid Matraman. Saya kembali menuju tempat saya tinggal (sementara) dikelurahaan pengangsaan. Saya melewati tempat pembuangan sampah. Disini sepertinya star awal para wakil-wakil Allah pada melakukan aktivitasnya menjaga kebersihan, karena saya melihat ada beberapa mobil angkutan sampah terpakir disini.

Yang membuat saya terkesan adalah saat melewati TPS itu, saya berpapasan dengan seorang wanita berambut sampai lehernya. Ia memakai topi bewarna merah. Dengan baju dinasnya berwana kuning, menyambung antara atas dan bawah. Seperti baju para montir, Cuma yang dia kenakan adalah khusus untuk pekerjaannya.

Beliau menuju arah berlawanan dengan saya. Sambil mendorong benda yang biasanya para pekerja di galian pasir dan angkut batu gunakan. Bedanya isi dorongan beliau adalah alat kerjanya berupa sapu dan skop.

Setelah berpapasan, kira-kira 5 langkah dengan beliau. Dalam diri ada suara-suara membesarkan asma ilahi. Ada rasa semangat, karena terdengar suara didalam, ”Tidak ada alasan untuk menyerah dalam menjalani kehidupan, selama engkau terus berikhtiar, maka akan Allah bukakan jalan kepadamu”. Itu juga, mengingatkan kembali pengalan hadits yang makananya ”Gerakkanlah tanganmu, niscaya Allah turunkan rezeki untukmu”.

Sungguh kesan lebih mendalam lagi, ada rasa berkecamuk serta menggelorakan semangat dalam dada, karena dishubuh hari yang beberapa insan masih dalam selimut tebalnya. Wanita itu sudah memulai melakukan aktivitasnya. Usaha dan ikhtiar memuliakan diri sebagai hamba dengan  bekerja.

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” [QS 62: 10]

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Engkau telah mentakdirkan hamba bertemu dengan wanita itu. Sehingga semakin menambah semangat dan gairah hamba untuk terus berkarya, bekerja, dan berusaha. Guna memantaskan diri menjadi insan mulia nan sempurna, karena kesempurnaan-Mu. Ya rabb, jadikan kami sebagai wakil dan perantaraan mu bagi ciptaanMu di muka bumi ini. Amin…

————————

by RAHMADSYAH

Komplain Aneh…

“Facts do not cease to exist because they are ignored.”

”Fakta tidak akan menguap / menghilang hanya karena tidak dihiraukan”

[Aldous Huxley]

——————————————————–

Sebuah komplain diterima oleh sebuah perusahaan manufaktur mobil:

”Ini kali kedua saya menulis kepada anda, dan saya tidak menyalahkan anda untuk tidak menjawab, karena mungkin saya terdengar agak aneh, tapi ini adalah fakta bahwa kami memiliki tradisi di keluarga kami untuk menyantap es krim untuk makanan penutup setiap akhir makan malam.

Dan es krim ini harus bervariasi, jadi setiap malam setelah kami makan malam, seluruh keluarga akan melakukan voting es krim rasa apa yang akan kita makan hari ini, dan saya akan berkendara untuk membeli es krim tersebut di toko.

Ini juga merupakan fakta bahwa saya baru membeli sebuah mobil baru. Semenjak pembelian mobil tersebut perjalanan saya ke toko es krim menjadi bermasalah. Setiap kali saya membeli es krim vanilla, mobil saya tidak bisa distarter lagi.

Jika saya membeli es krim rasa lain, mobil saya dapat dinyalakan secara normal. Saya ingin anda semua mengetahui bahwa saya sangat serius mengenai pertanyaan saya ini, Walaupun kelihatan sangat aneh: ’Apa sih yang membuat mobil anda tidak dapat di starter ketika saya membeli es krim vanilla, dan mudah di-starter ketika saya membeli ice cream rasa lain?’”

CEO dari perusahaan mobil tersebut sebenarnya ragu-ragu mengenai keseriusan dari surat tersebut, tapi akhirnya dia mengirimkan teknisinya untuk memeriksa hal tersebut.
Dia mengatur agar teknisinya ini dapat bertemu pelanggan ini setelah makan malam, sehingga mereka berdua dapat mengendarai kendaraan tersebut ke toko es krim.

Ternyata malam ini adalah es krim vanilla dan tentu saja, setelah mereka kembali ke mobil, mobilnya tidak mau nyala.

Teknisi tersebut kembali selama 3 malam berturut-turut. Malam berikutnya mereka membeli coklat, mobil tidak ada masalah. Malam berikutnya lagi strawberry, mobil dapat dihidupkan dengan mulus. Malam berikutnya lagi mereka memesan vanilla. Mobil tersebut tidak dapat dinyalakan lagi.

Sebagai orang yang logis teknisi ini menolak untuk percaya bahwa mobil pelanggan ini alergi terhadap es krim vanilla. Dia kemudian mengatur untuk melanjutkan kunjungannya sampai dapat menyelesaikan masalah tersebut. Dan dia mulai mencatat banyak data antara lain, jam pembelian, tipe bensin yang digunakan, kecepatan ketika berkendara, dst.
Akhirnya dalam waktu yang tidak terlalu lama dia memiliki gagasan: pria tersebut ketika membeli es krim vanilla memerlukan waktu yang lebih sedikit dibandingkan rasa es krim yang lain.

Mengapa? Jawabannya ada di layout dari toko es krim tersebut.
Vanilla, sebagai es krim yang paling favorit, ditaruh di tempat yang berbeda, es krim ini ditaruh di depan toko agar cepat pengambilannya. Rasa yang lain ditaruh di belakang toko dimana memerlukan waktu yang lebih lama.

Sekarang pertanyaannya adalah mengapa mobil tersebut tidak mau nyala ketika memerlukan waktu yang lebih pendek. Ketika waktu yang menjadi masalah bukan es krim vanilla – engineer ini langsung dapat dengan mudah mendapatkan jawabannya: Vapor Lock [Kunci Uap].

Sebenarnya ini terjadi setiap malam, tetapi karena waktu yang lebih lama untuk membeli es krim yang lain menyebabkan mesin dapat menurunkan suhunya terlebih dahulu sehingga dapat distarter kembali. Ketika si pria ini membeli es krim vanilla, mesinnya masih terlalu panas untuk vapor-lock ini menghilang.

Akhirnya kemudian dia mencoba memperbaiki desain dari mesin ini dan mengusulkan kepada manajemen untuk menindak-lanjuti mobil-mobil lain yang terkena dampak ini.

Moral of the story?

Perusahaan ini dapat saja tidak menghiraukan komplain aneh dari pelanggannya ini. Namun nyatanya mereka memiliki sistem untuk mendengarkan dan menindaklanjuti keluhan ini telah memberikan input yang berharga mengenai desain dari mesin mereka.

Bagi seluruh rekan-rekan yang tertarik dan memiliki kecintaan untuk memajukan kualitas baik di manufaktur maupun di industri jasa di tempatnya masing-masing.

  • Yang kelihatan belum tentu selalu merupakan solusi. Fakta-fakta walaupun seberapa aneh atau tidak mungkin tetaplah merupakan fakta.
  • Dengarkan keluhan pelanggan anda, selalu ada hal berharga yang didapatkan dari mendengar keluhan merek

[by QMS Guy]

%d blogger menyukai ini: